Comments: (0)

Jadwal Waktu Shalat Sepanjang Masa Khusus Kota Palu dan Sekitarnya Dapat di Download di sini

Awal Syawwal 1432 Hijriah dan Situasi hilal-nya
Markaz ; Pantai Wisata Enu Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala
Koordinat Geografis ; Lintang tempat (ϕ) = 0° 31' 53.46" (LS)
Bujur tempat (λ) = 119° 46' 34.98" (BT)
Ketinggian tempat = 11 meter di atas permukaan laut.
Ijtima' akhir Ramadhan 1432 Hijriah terjadi hari Senin, 29 Agustus 2011 Miladiah pada Jam 11 : 05' 16.27" WITA
Matahari Terbenam (Ghurub) = Jam 18 : 05' 16.58" WITA
Tinggi Hilal Waktu Matahari Ghurub
Hilal Hakiki = 1° 5' 19.21"
Hilal Mar'i = -0° 7' 45.62"
Azimut Matahari dan Hilal
Azimut matahari = 80° 35' 58.89" (U – B)
= 9° 24' 1.11" (B – U)
Azimut Hilal = 86° 40' 4.14" (U – B)
= 3° 19' 55.86" (B – U)
Letak Hilal di belahan Utara, sebelah Barat azimut matahari terbenam sejauh 6° 4' 5.25"
Singkatnya, karena posisi Hilal (bulan baru) masih berada di bawah ufuq barat (-0° 7' 45.62") belum memenuhi kriteria Mabims (2°+). Maka awal Syawwal 1432 Hijriah diperkirakan jatuh pada hari Rabu, 31 Agustus 2011 Miladiah. Selamat Iydul Fithri !

Awal Bulan Ramadhan 1432 Hijriah

Markaz ; Pantai Tanjung Dako, Buol
Koordinat Geografis ; Lintang tempat (ϕ) = 1° 09’ 03” (LU)
Bujur tempat (λ) = 121° 26’ 30” (BT)
Ketinggian tempat = 15 meter di atas permukaan laut.


 Ijtima' akhir Sya'ban 1432 Hijriah terjadi hari Ahad, 31 Juli 2011 Miladiah pada Jam 02 : 41' 46.24" WITA

 Matahari Terbenam (Ghurub) = Jam 18 : 06' 10.86" WITA

 Tinggi Hilal Waktu Matahari Ghurub

Hilal Hakiki = 6° 02' 0.47"
Hilal Mar'i = 5° 03' 12.41"

 Lama Hilal di Ufuk = 0J 20m 12.83d

 Hilal Ghurub = 18J 26m 23.69d


 Cahaya Hilal = 0.544562107 jari

 Azimut Matahari dan Hilal

Azimut matahari = 71° 40' 32.37" (U – B)
= 18° 19' 27.63" (B – U)
Azimut Hilal = 78° 05' 35.83" (U – B)
= 11° 54' 24.17" (B – U)

 Letak Hilal di belahan Utara, sebelah Barat azimut matahari terbenam sejauh 6° 25' 3.46"

 Kemiringan Hilal = 51° 46' 55.07"


Wal hasil, karena posisi Hilal (bulan baru) berada di atas ufuq barat (+5° 03' 12.41"). telah memenuhi (melebihi) kriteria Mabims, maka awal Ramadhan 1432 Hijriah dipastikan jatuh pada hari Senin, 01 Agustus 2011 Miladiah.

Hisab Awal Bulan Ramadhan 1432 Hijriah

Markaz ; Gedung Observasi Hisab Rukyat Desa Marana Kec. Sindue
Koordinat Geografis ; Lintang tempat (ϕ) = 0° 34' 0.12" (LS)
Bujur tempat (λ) = 119° 47' 16.5" (BT)
Ketinggian tempat = 11 meter di atas permukaan laut.

1.Memperkirakan terjadinya Ijtima' dengan Perbandingan Tarikh (Hijriah – Miladiah)

• Tanggal 29 bulan Sya'ban tahun 1432 Hijriah bertepatan dengan tanggal, bulan dan tahun berapa Miladiah ?
Untuk menentukannya maka harus ditetapkan secara matematis bahwa tanggal 29 Sya'ban 1432 Hijriah itu = 1431tahun + 7 bulan + 29 hari.
Jumlah 1431 tahun : 30 tahun x 1 daur = 47 daur + 21 tahun
47 daur x 10.631 hari = 499.657 hari
21 tahun (Hijriah) = 7.434 hari
Tahun kabisatnya = 8 hari
7 bulan (Hijriah) = 207 hari
29 hari = 29 hari +
= 507.335 hari
Tafawut = 227.016 hari +
= 734.351 hari
Koreksi Paus Gregorius = 13 hari +
Jumlah = 734.364 hari
Jumlah bilangan hari ini bila akan dijadikan tanggal, bulan dan tahun Miladiah, maka dilakukan perhitungan sebagai berikut ;
734.364 hari : 1.461 hari x 1 daur = 502 daur + 942 hari
502 daur x 4 tahun = 2008 tahun
942 hari = 2 tahun 6 bulan + 31hari
Jumlah = 2010 tahun + 6 bulan + 31 hari
Dengan demikian, tanggal 29 bulan Sya'ban tahun 1432 Hijriah bertepatan dengan tanggal 31 bulan Juli tahun 2011 Miladiah
Sekarang yang hendak diketahui, 31 Juli 2011 Miladiah jatuh pada hari apa ? Cara mengetahuinya dapat melalui ;
 Jumlah hari tahun Hijriah (1 - 1 - 1 H.s/d 29-08-1432 H.)
734364 hari : 7 hari x 1 pekan = 104909 pekan + 3 hari.
Sisa 3 hari + 1 hari (Penyesuaian Kalender) = 4 hari. Yaitu hari Ahad

Keterangan :
Jika tersisa hanya 1 hari, berarti yang di cari adalah hari Kamis; bila sisanya 6 hari, maka yang di cari adalah hari Selasa; kalau tidak tersisa atau terbagi habis (0) hari, disamakan dengan 7 hari, yaitu hari Rabu.

2.Menentukan saat terjadinya Ijtima' dengan Data Almanak Ephemeris Hisab Rukyat

Berdasarkan Data dari Almanak Ephemeris diketahui ;
a.FIB (Terkecil)tanggal 31 Juli 2011Miladiah = 0.00176 Jam 00.00 MT (Greenwich Mean Time)
b.ELM pada Jam 00.00 GMT = 253° 44’ 46”
c.ALB pada Jam 00.00 GMT = 257° 04’ 19”

Sabaq matahari per-jam ;
ELM pada Jam 00.00 GMT = 253° 44’ 46”
ELM pada Jam 01.00 GMT = 127° 31' 04"
Selisih = -0° 2' 24"
Sabaq bulan per-jam ;
ALB pada Jam 00.00 GMT = 257° 04’ 19”
ALB pada Jam 01.00 GMT = 130° 59' 56"
Selisih = -0° 35' 32"

Saat Ijtima' dapat di cari dengan rumus :

ELM - ALB
Jam FIB (GMT) + ---------------- + 08.00 (WITA)
SB - SM

253° 44’ 46” - 257° 04’ 19”
Jam 00.00 + -------------------------------- + 08.00
0° 35' 32" - 0° 2' 24"

-2° 55' 44"
Jam 00.00 + -------------- + 08.00
0° 33' 08"
Jam 00.00 + -5J 18m 13.76d + 09.00 = 02J 41m 46.24"

Jadi, saat Ijtima' Jam 02 : 41' 46.24" WITA

Keterangan ;
FIB = Fraction Illumination Bulan
ELM = Ecliptic Longitude Matahari
ALB = Apparent Longitude Bulan

3. Perhitungan untuk mengetahui situasi hilal menjelang awal Ramadhan 1432 Hijriah

1). Diketahui Ijtima' akhir Sya'ban 1432 Hijriah terjadi pada hari Ahad, 31 Juli 2011 Miladiah Jam 02 : 41' 46.24" WITA
2).Waktu ghurub (Matahari terbenam) Jam ?
Cara menentukannya untuk Gedung Hisab Rukyat Desa Marana Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah dengan data Almanak Ephemeris, sebagai berikut ;
◦ Deklinasi matahari (m) Jam 10.00 GMT (18.00 WITA) = 18° 17' 52"
◦ Equation of Time (é) = -0° 6' 25"
◦ Dip of Horizon (ϑ') 1.76√m (0° 1.76' √ 11 meter) = 0° 05' 50.24"
◦ Refraksi (34.5-) = 0° 34' 30"
◦ Semi Diameter matahari (šdm ) = 0° 15' 45.28"

a.Tinggi matahari mulai ghurub
Rumus :
hm = 0° - šdm - Refraksi - ϑ
hm = 0°- 0° 15' 45.28"- 0° 34' 30" - 0° 05' 50.24" = - 0° 56' 5.52"

b.Sudut waktu matahari saat ghurub
Rumus :
Cos tm = -tan ϕ . tan m + sec ϕ . sec m . sin hm
Cos tm = -Tan -0° 34' 0.12" x Tan 18° 17' 52" +
Sec -0° 34' 0.12" x Sec 18° 17' 52" x
Sin -0° 57' 33.83" = 90° 49' 23.23"
c.Matahari ghurub (Terbenam)
Rumus : tm : 15 + 12 – é + Koreksi Bujur
90° 49' 23.23" / 15 = 6 : 3' 17.55"
12 – (-0° 6' 25") = 12 : 06' 25"
Koreksi Bujur = 0 : 0' 50.9"
= 18 : 10' 33.45"

Keterangan :
Ada tiga waktu bujur standar di Indonesia, yaitu WIB = 105°, WITA = 120°, dan WIT = 135°. Untuk mendapatkan koreksi bujur di atas, caranya Bujur standar WITA (120°) – Bujur tempat Gedung Observasi Hilal Desa Marana Kec. Sindue (119° 47' 16.5"), lalu selisihnya di bagi dengan (15).

3).Tinggi Hakiki Hilal (Bulan Baru)
Cara menentukannya dengan jalan mencari ;
a.Assensio Rekta Matahari dan Bulan
Rumus ; X – (X – Y) x Z : 1
- Assensio Rekta Matahari
άrm Jam 10.00 GMT = 252° 52’ 13”
άrm Jam 11.00 GMT = 252° 54’ 57”
άrm = 252° 52’ 13” – (252° 52’ 13” - 252° 54’ 57”) x 0° 10' 33.45" : 1 exe 130.2965805 Shift .,,, 130° 17' 47.6"
άrm Jam 18 : 10' 33.45" WITA = 130° 17' 47.6"
- Assensio Rekta Bulan
άrb Jam 10.00 GMT = 262° 33’ 53”
άrb Jam 11.00 GMT = 263° 10’ 31”
άrb = 262° 33’ 53” – (262° 33’ 53” - 263° 10’ 31”) x 0° 10' 33.45" : 1 Exe 137.642534 Shift .,,, 137° 38' 33.1"
άrb Jam 18 : 10' 33.45" WITA = 137° 38' 33.1"
b.Sudut Waktu Bulan
Rumus : tb = άrm - άrb + tm
tb = 130° 17' 47.6" - 137° 38' 33.1" + 90° 49' 23.23" = 83° 28' 37.73"

Sudut waktu bulan Jam 18 : 10' 33.45" WITA = 83° 28' 37.73"
c. Deklinasi Bulan
Rumus ; X – (X – Y) x Z : 1
b Jam 10.00 GMT = -24° 08’ 07”
b Jam 11.00 GMT = -24° 06’ 44”
b = -24° 08’ 07” – (-24° 08’ 07” - -24° 06’ 44”) x 0° 10' 33.45" : 1 Exe - 11.94595525 Shift .,,, 11° 56' 45.44"
Deklinasi bulan Jam 18 : 10' 33.45" WITA = 11° 56' 45.44"

d.Tinggi Hakiki Hilal
Rumus :
hb = Sin ϕ . Sin b + Cos ϕ . Cos b . Cos tb
hb = Sin -0° 34' 0.12" x Sin 11° 56' 45.44" +
Cos -0° 34' 0.12" x Cos 11° 56' 45.44" x
Cos 83° 28' 37.73" = 6° 15' 45.6"
Tinggi Hakiki Hilal = 6° 15' 45.6"

Setelah diketahui tinggi hakiki hilal waktu ghurub, maka untuk mendapatkan tinggi mar'i-nya diperlukan koreksi-koreksi, yakni ;
Tinggi Hakiki Hilal (hb) = 6° 15' 45.6"
Horizontal Parallax (ĥр) = 0° 59' 0.92" –
5° 16' 44.68"
Semi Diameter Bulan (ςdb) = 0° 16' 10.71"–
5° 0' 33.97"
Refraksi = 0° 9' 36"
Dip. of Horizon (ϑ) = 0° 05' 50.24" +
5° 16' 0.21"
Tinggi Mar'i Hilal waktu ghurub = 5° 16' 0.21"

Keterangan ;
- Tinggi Hakiki Hilal minus (-) = di bawah ufuk. Plus (+) = di atas ufuk. Jikalau (-) tidak mesti di cari Tinggi Mar'i-nya. Kalau dibutuhkan dapat diperoleh dengan cara di atas. Bila (+) mesti di cari Tinggi Mar'i-nya, Lamanya di ufuk, waktu hilal terbenam, illuminasi dan luas cahayanya.

-Horizontal Parallax = (ĥр x Cos hb). Yaitu ĥр Jam 10.00 – 11.00 GMT (Interpolasi) = 0° 59' 22.18" x Cos 6° 15' 45.6" = 0° 59' 0.92". Karena hasil dari (hb - ĥр) + (ςdb) bernilai (+), maka Refraksinya = 0° 9' 36"
-Semi Diameter Bulan = Bila hilal negatif ditambahkan, kalau positif dikurangkan
Ternyata menurut hasil hisab Tinggi Mar'i Hilal waktu matahari terbenam (ghurub) = Plus (+), maka untuk mengetahui ; lama hilal di ufuk, hilal ghurub, illuminasi hilal, cahaya dan kemiringannya sebagai berikut ;
 Lama hilal di ufuk
Untuk mengetahui lama hilal di atas ufuk, caranya sederhana ; Tinggi Mar'i Hilal di-kali-kan dengan (0° 4'). Yaitu 5° 16' 0.21" x 0° 4' 0" = 0.351115 Shift …, 0° 21' 4.01" = 0J 21m 4.01d
 Hilal ghurub
Untuk mengetahui waktu hilal terbenam, caranya mudah ; Matahari ghurub di-tambah-kan dengan lamanya hilal di ufuk. Yaitu 18J 10m 33.45d + 0J 21m 4.01d = 18J 31m 37.46d
 Illuminasi Hilal
Untuk mengetahui luas piringan bulan (hilal) yang menerima sinar matahari tampak dari bumi, maka FIB (Fraction Illumination Bulan) waktu Matahari ghurub di-interpolasi-kan. Rumus : X - (X - Y) X Z : 1
0.00678 - (0.00678 - 0.00754) x 0J 10m 33.45d /1 = 0.006913728
 Cahaya Hilal
Untuk mengetahui cahaya yang dipantulkan oleh hilal digunakan rumus : (√ | Letak hilal 2 + Hilal Mar'i 2 | ) / 15
(√ | 6° 12' 30.36"2 + 5° 16 0.21"2 | ) / 15
(√ | 38° 32' 40.72" + 27° 44 18.21" | ) / 15
√ 66° 16' 58.93" / 15
08° 08' 29.18" / 15
= 0.542762629 jari
 Kemiringan hilal
Untuk mengetahui posisi kemiringan hilal, cukup dengan membagi nilai derajat ; Letak hilal dari matahari terbenam dan ketinggian hilal Mar'i waktu ghurub.Yakni ; (6° 12' 30.36" : 5° 16' 0.21") = 1.178803399 Shift Tan Ans Exe Shift …, 49° 41' 29.27" = 49° 41' 29.27"

4. Azimut Matahari dan Hilal
(a).Azimut Matahari
Rumus ;
Cotg.ãm = -Sin ϕ. Cotg tm + Cos ϕ . Tan m . Cosec tm
Cotg.ãm = - Sin -0° 34' 0.12" x Cotg 90° 49' 23.23" +
Cos -0° 34' 0.12" x Tan 18° 17' 52" x
Cosec 90° 49' 23.23" = 71° 42' 31.08"
Azimut Matahari = 71° 42' 31.08" Dari titik Utara ke Barat
= 18° 17' 28.92" Dari titik Barat ke Utara
(b).Azimut Hilal
Rumus ;
Cotg. ãb = - Sin ϕ . Cotg tb +Cos ϕ . Tan b . Cosec tb
Cotg. ãb = - Sin -0° 34' 0.12" x Cotg 83° 28' 37.73" +
Cos -0° 34' 0.12" x Tan 11° 56' 45.44" x
Cosec 83° 28' 37.73" = 77° 55' 1.44"
Azimut Hilal = 77° 55' 1.44" Dari titik Utara ke Barat
= 12° 4' 58.56" Dari titik Barat ke Utara
Keterangan :
Bila azimuth matahari dan hilal (bulan) bernilai plus (+) maka dihitung dari titik arah Utara ke Barat (U – B). Sebaliknya kalau bernilai minus (-) berarti dihitung dari titik arah Selatan ke Barat (S – B).

Natijah dari hasil hisab di atas, sebagai berikut ;
 Ijtima' akhir Sya'ban 1432 Hijriah terjadi hari Ahad, 31 Juli 2011 Miladiah pada Jam 02 : 41' 46.24" WITA
 Matahari Terbenam (Ghurub) = Jam 18 : 10' 33.45" WITA
 Tinggi Hilal Waktu Matahari Ghurub
Hilal Hakiki = 6° 15' 45.6"
Hilal Mar'i = 5° 16' 0.21"
 Lama Hilal di Ufuk = 0J 21m 4.01d
 Hilal Ghurub = 18J 31m 37.46d
 Illuminasi Hilal = 0.006913728
 Cahaya Hilal = 0.542762629 jari
 Azimut Matahari dan Hilal
Azimut matahari = 71° 42' 31.08" (U – B)
= 18° 17' 28.92" (B – U)
Azimut Hilal = 77° 55' 1.44" (U – B)
= 12° 4' 58.56" (B – U)
 Letak Hilal di belahan Utara, sebelah Barat azimut matahari terbenam sejauh 6° 12' 30.36"
 Kemiringan Hilal = 49° 41' 29.27"
Wal hasil, karena posisi Hilal (bulan baru) berada di atas ufuq barat (+5° 16' 0.21"). telah memenuhi (melebihi) kriteria Mabims, maka awal Ramadhan 1432 Hijriah diperkirakan jatuh pada hari Senin, 01 Agustus 2011 Miladiah.